strategy for learning spelling english (for learning disabilities)
Ika Uni Pratiwi | 22.29 | Tetes Info Dunia Spesial | 0 komentar
Accommodations, Techniques and Aids for Learning
Ika Uni Pratiwi | 22.41 | Tetes Info Dunia Spesial | 0 komentar
- For some students who read slowly or with difficulty, a "read-along"
technique with taped texts and materials can allow the learning of
printed materials.
- For students with memory problems or difficulty taking notes, a
fellow student might share notes; the student might tape the lesson; or
the teacher might provide a copy of the lesson outline.
- For students who read below expected levels, educational videos and
films or talking books can provide the general information that cannot
be acquired from the printed page.
- For students with short term memory problems (e.g., understand math
processes, but have short term memory problems that interfere with
remembering math facts), a table of facts or a calculator could be
provided.
- For the student whose handwriting is slow, illegible or includes
many reversed letters, a cassette recorder or a computer with word
processing software could be used for written work or tests.
- For the student who has difficulty with spelling, a "misspeller's
dictionary" or computerized spell checker can help make written
materials readable.
- For students who have difficulty reading cursive, small, or crowded
print, typed handouts, large print, or double spaced materials can help.
- To develop memory and listening skills, poetry, rhymes, songs, audio-taped materials and mnemonics may improve performance.
- To teach spelling, use a multi-sensory approach which combines saying, spelling aloud, and writing words.
- Ways to improve vocabulary and comprehension can include a
student-developed file of vocabulary words and the use of word webs and
visual organizers to relate words and ideas heard or read on paper. A
dictionary or thesaurus, suited to the child's learning level, is also
an excellent tool for building vocabulary, spelling and reading
comprehension.
- For students who have difficulty organizing time, materials and information, a variety of approaches can be used, including:
- a quiet, uncluttered homework space;
- alarm watch;
- purchased texts that can be marked with a highlighter;
- a homework assignment diary coordinated between home and school;
- study skills instruction; and
- a personally-developed date-book or scheduler.
- For students who copy inaccurately, but need written practice to
solidify learning, changes that may help include: leaving a space
directly under each word, phrase or sentence, or having handouts on the
desk for those who can't copy from the blackboard or take dictation
accurately. For left-handed students, place the list of words at the
right margin. For students whose writing is large, provide enlarged
spaces for "fill in the blank" activities.
- For students who seem to process auditory information slowly (e.g.,
not fully understanding questions asked, recalling needed information,
or forming an appropriate answer), be patient. Allow sufficient
wait-time for the answer or provide the questions in written form.
- Oral and written language should be taught together as much as
possible. Illustrations in a book being read should be used to generate
conversation, vocabulary and concepts that will relate to what is to be
read. Material that is read can be translated into a verbal summary, a
word web, a visual organizer, or a computer presentation.
- For students who find reading slow and difficult, supplement the subject matter being read with video tapes, DVDs, captioned TV programs, or computer software.
from : NCLD
Kangguru, Kelinci dan Mei
Ika Uni Pratiwi | 12.28 | MELACUR (MELAkukan CURhat) | 0 komentar
Hai Mei kita bertemu lagi, terima
kasih Tuhan
Mei kau selalu mendung walau
terkadang terik
Membuat kelinci enggan keluar
sarang
Sementara kangguru tetap
berlari-lari riang
Lihatlah, kelinci itu hanya
mengintip kegiatan si kangguru
Sabar ya kelinci, nanti kau kan
kucarikan teman kelinci
Istirahatlah lagi dan bangun
ketika sudah saatnya
katanya UN
Ika Uni Pratiwi | 19.11 | Daftar Kekoplakan | 2 komentar
Hari ini anak-anak sekolah tingkat SLTA sedang
melaksanakan Ujian Nasional, untuk yang tingkat SD sedang melaksanakan Ujian
Sekolah.
Sometimes, I disagree with National Exam.
Tes yang disamaratakan, walaupun pembelajaran yang
telah dijalaninya berbeda-beda. Analoginya, membuat tes untuk memanjat pohon
untuk semua hewan, seperti gajah, monyet, ikan, kura-kura, dan burung. Is it
fair?? Oke kalau monyet dites untuk memanjat pohon, di ahlinya. Burung bisa
terbang untuk mencapai puncak pohon. Tetapi bagaimana untuk hewan-hewan yang
lain?
Kemarin ada berita kalau UN SLTA untuk 11 Provinsi
diundur (kenapa gak sekalian ditiadakan saja si UN itu?). Gara-garanya si soal belum kelar dicetak,
haduh koplak ya.. trus si M(emas) Nuh sang kepala kemdikbud bilang kalau ini
bukanlah kesalahan dari system pendidikan. Mbelgedhes to pak, wong bobrok yo
bobrok ae, ngono kok ra’ ngaku.
UN dari tahun ke tahun selalu saja menimbulkan
masalah. Berapa banyak korban jiwa dan raga yang timbul karena si UN ini? ada
saja kasus murid yang bunuh diri karena stress akan menghadapi UN (memang
ujiannya sudah? Kok udah stress duluan,, hheee). Murid-murid yang akan
menghadapi UN pastilah memiliki ketakutan (yang berlebihan bisa stress bahkan
sampai bunuh diri). Hebat sekali ya UN, bisa-bisa ratingnya mengalahkan
ketenaran si flu burung. Takut tidak lulus, itu wajar. Dengan rasa takut itu
maka kita akan belajar dengan baik (dan berdoa) agar dapat mengerjakan UN
dengan baik. Nah, murid-murid Indonesia sudah belajar dengan baik belum ya?
Siapa yang bertanggung jawab dengan usaha belajar mereka? Apakah system
pendidikan kita sudah baik? Apakah pembelajaran yang dilakukan di sekolah sudah
bermanfaat bagi murid-murid ataukah pembelajaran hanyalah proyek guru untuk
menuntaskan kurikulum?
Ujian tidak lepas dari bagaimana suatu proses
pembelajaran. Jika proses pembelajaran sudah baik maka UN adalah urusan sepele.
Karena UN hanyalah sebagian kecil dari proses belajar. Apa sih yang dikejar?
Nilai atau lulus?
Beberapa parody tentang UN yang diselenggarakan hari
ini : (sumber: https://twitter.com/Liputan9)
-
Mendiknas: Pelaksanaan UN Tahun Ini Sukses,
Sukses Mengalahkan Perseteruan Adi Bing Slamet vs Eyang Subur
-
Diduga Penonton Setia Bukan Empat Mata, Siswa
Ini Menjawab UN Dengan Pola E A A A A E A A A A
-
Buat anak ko diundur-undur RT @Liputan9: UN di 11 Provinsi Indonesia
Diundur, Bagaimana #SuaraPemirsa?
-
#TipsUN:
Isilah Nama Sesuai Akte Kelahiran, Jangan N4mA aL4y di Facebook
-
@Liputan9
tadi kirain habis ngerjain langsung pergi ke kasir terus bayar. Barcodenya
mirip dimakanan XD #SuaraPemirsa
Echolation for Visual Impairment??
Ika Uni Pratiwi | 10.12 | Tetes Info Dunia Spesial, Tokoh | 0 komentar
Melalui tayangan televisi (On The Spot), pertama kali mendengar tentang seorang tunanetra yang dapat "melihat" dengan telinganya. wah maksudnya apa ya?? Penasaran dong..hhee
Kemudian saya cari-cari infonya di Google.. ini hasilnya..
Kemudian saya cari-cari infonya di Google.. ini hasilnya..
Seorang
bocah yang mengalami kebutaan memiliki kemampuan melihat menggunakan telinganya
dengan telinganya bocah ini bisa melihat benda sekitarnya dan melihat seperti
orang normal yang tidak buta.
Bocah
7 tahun yang bernama Lucas Murray, ia sejak lahir telah mengalami kebutaan
namun hebatnya Lucas Murray dengan kebutaan yang dialaminya bisa melakukan hal
hal seperti orang tidak buta kemampuanya ini membuat dirinya dijuluki sebagi
Batboy.
Lucas Murray diyakini sebagi bocah buta pertama di Inggris yang bisa melihat benda sekitar menggunakan gema untuk memvisualisasikan lingkungannya.
Lucas Murray diyakini sebagi bocah buta pertama di Inggris yang bisa melihat benda sekitar menggunakan gema untuk memvisualisasikan lingkungannya.
Lucas
Murray bisa melakukan ini semua dengan mengklik lidahnya di langit-langit
mulutnya, dan menemukan di mana objek didasarkan pada bagaimana bunyi memantul
kembali. Teknik yang luar biasa memungkinkan dia untuk berjalan di sekitar
taman bermain, bermain basket, dan bahkan pergi panjat tebing.
“Saya
sangat menyukai sistem mengklik tapi cukup sulit untuk belajar,” Matahari
mengutip dia yang mengatakan. “Aku suka basket. Saya bisa menggunakan klik
untuk mencari tahu di mana lingkaran itu adalah diriku sendiri dan melemparkan
bola melalui, “jelasnya.
The
echolocation Teknik ini mirip dengan yang digunakan oleh kelelawar dan
lumba-lumba, dan anak kecil dapat menghitung seberapa jauh suatu objek adalah
dengan waktu yang diperlukan untuk kembali gema.Seperti yang dilansir
palingseru
Intensitasnya
mengatakan kepadanya bahwa ukuran objek, dan posisi yang ditentukan melalui
suara mencapai telinga pertama.
Ia
bahkan dapat bekerja keluar gerakan melalui lapangan – dengan echo lebih rendah
jika objek bergerak jauh dan lebih tinggi jika semakin dekat.
Anak juga menggunakan tongkat dan memiliki memori yang besar untuk tempat dia sudah “mengamati” dengan telinganya.
Anak juga menggunakan tongkat dan memiliki memori yang besar untuk tempat dia sudah “mengamati” dengan telinganya.
Ia
buta California diajarkan oleh Daniel Kish, 41, yang mendirikan World Akses
untuk Yang Buta amal.
Murray
orangtua Sarah dan Iain, dari Poole di Dorset, melihat Daniel di TV dan
memintanya untuk dikunjungi.
“Lucas
belajar intens echolocation dalam tiga hari dua tahun lalu,” Sarah, 33,
berkata.
“Sekarang
dia begitu mandiri dia tidak perlu meminta bantuan apapun yang normal lebih
dari tujuh tahun akan,” ia menambahkan.
Source : http://treehuges.blogspot.com/2013/01/bocah-buta-ini-bisa-melihat-dengan.html#ixzz2J66FYKkG
Echolocation adalah kemampuan manusia untuk mendeteksi
benda-benda di lingkungan mereka dengan merasakan gema dari objek tersebut.
Kemampuan ini digunakan oleh beberapa tuna netra untuk menavigasi lingkungan
mereka. Mereka aktif membuat suara, seperti dengan mengetukkan tongkat,
mengetukkan kaki, atau dengan membuat suara-suara ‘klik’ dengan mulut mereka.
echolocation memiliki prinsip yang sama dengan sonar aktif dan echolocation
pada hewan, yang digunakan oleh beberapa hewan, termasuk kelelawar dan
lumba-lumba. Dengan menafsirkan suara gelombang dipantulkan oleh benda-benda di
dekatnya, seseorang yang terlatih untuk menavigasi menggunakan echolocation
dapat mengidentifikasi lokasi dan kadang-kadang ukuran benda-benda di dekatnya
dan tidak hanya menggunakan informasi ini untuk mengarahkan sekitar hambatan
dan perjalanan dari tempat ke tempat, tetapi juga mendeteksi gerakan kecil
relatif terhadap objek. Namun, dalam echolocation pada manusia, karena manusia
membuat suara dengan frekuensi jauh lebih rendah dan lambat, echolocation
manusia tersebut hanya dapat menggambarkan objek yang relatif jauh lebih besar
daripada hewan yang menggunakan echolocation beberapa orang yang menggunakan
echolocation James Holman Salah satu kasus echolocation yang paling awal
didokumentasikan adalah “the blind traveler” James Holman (1786-1857), yang
menggunakan suara tongkat untuk bepergian dunia. Daniel Kish Echolocation telah
dikembangkan lebih lanjut oleh Daniel Kish, yang bekerja dengan orang buta,
remaja hiking buta, dan pesepeda gunung dan mengajarkan mereka cara menavigasi
lokasi baru dengan aman, melalui organisasi non-profit ‘World Access for The
Blind’. Mata Kish dilepas pada usia 13 bulan karena kanker retina. Dia telah
mengembangkan perangkat pemancar klik dan melatih orang-orang buta lain dalam
penggunaan echolocation dan yang disebutnya dengan “echo-mobilitas”. Ben
Underwood benunderwood3 Echolocation, Kemampuan Melihat Tanpa Mata Didiagnosis
dengan kanker retina pada usia dua tahun, seorang berkebangsaan Amerika Ben
Underwood, dilepas matanya pada usia tiga tahun. Ia mengetahui echolocation
pada usia lima tahun. Dia mampu mendeteksi lokasi objek dengan membuat suara
‘klik’ dengan lidahnya. This case was explained in 20/20:medical mysteries.
Kasus ini dijelaskan dalam ’20/20:medical mysteries’ Dia menggunakannya untuk
mencapai prestasi seperti berlari, basket, sepatu roda, bermain foosball dan
skateboard. Underwood meninggal pada 19 Januari 2009 pada usia 16 tahun,
disebabkan oleh kanker yang sama Tom De Witte Tom De Witte lahir pada tahun
1979 di Belgia dengan bilateral congenital glaucoma pada kedua matanya. It had
seemed that De Witte would become a successful flautist until he had to give up
playing music in 2008. awalnya, De Witte terlihat akan menjadi pemain suling
sukses sampai ia harus menyerah bermain musik pada tahun 2008. De Witte telah
sepenuhnya buta sejak tahun 2009 karena masalah pada matanya. Ia diajarkan
echolocation oleh Daniel Kish dan diberi julukan “Batman dari Belgia” oleh
pers. Dr Lawrence Scadden Dr Scadden telah menulis tentang pengalamannya dengan
kebutaan. Dia tidak dilahirkan buta, tetapi kehilangan penglihatan karena
penyakit. Sebagai seorang anak, ia belajar untuk menggunakan penglihatan cukup
baik untuk naik sepeda di lalu lintas. (Orang tuanya berpikir bahwa ia masih
memiliki sedikit penglihatan) Dia kemudian berpartisipasi dalam percobaan dalam
penglihatan (White, et al 1970.). Sekitar tahun 1998, ia mengunjungi Auditory
Neuroethology Laboratorium di University of Maryland dan diwawancarai tentang
pengalamannya dengan penglihatan. Para peneliti dalam studi laboratorium
mempelajari echolocation kelelawar dan menyadari fenomena Wiederorientierung
yang dijelaskan oleh Griffin (1959), di mana kelelawar, meskipun terus
memancarkan echolocation, menggunakan perhitungan mati dalam ruangan yang
familiar. Dr Scadden menunjukkan bahwa ia menemukan echolocation efektif, dan
tidak akan menggunakannya untuk navigasi di daerah yang sudah dikenalnya
kecuali ia sedang waspada terhadap rintangan, sehingga memberikan wawasan ke
dalam perilaku kelelawar, dan kebetulan menantang tesis Nagel The Regional
Alliance of Science, Engineering and Mathematics for Students with Disabilities
(RASEM) and the Science Education for Students With Disabilities (SESD), sebuah
Kelompok Minat Khusus National Science Teachers Association (NSTA) telah
memberikan Lawrence A. Scadden Penghargaan untuk Siswa Penyandang Cacat untuk
menghormatinya. Lucas Murray Lucas Murray , dari Poole, Dorset, dilahirkan
buta. Ia dipercaya menjadi salah satu orang Inggris pertama yang belajar untuk
memvisualisasikan sekelilingnya menggunakan echolocation, dan diajarkan oleh
Daniel Kish. Kevin Warwick Dalam percobaan ini, seorang ilmuwan, Kevin Warwick
meneliti pulsa ultrasonik, sebagai masukan sensorik ekstra, melalui implan
saraf, melalui rangsangan listrik. Dalam pengujian, dia mampu memahami secara
akurat jarak ke obyek dan untuk mendeteksi gerakan kecil obyek
Read more at http://uniqpost.com/8513/echolocation-kemampuan-melihat-tanpa-mata/
Read more at http://uniqpost.com/8513/echolocation-kemampuan-melihat-tanpa-mata/
Note:
Apakah
hal ini benar-benar dapat dilakukan (dan diajarkan) kepada para tunanetra??
(buat teman-teman yang sedang pendalaman Anak Tunanetra boleh dong di share)
Hambatan-hambatan Aksitektural para Disabilitas Gerak
Ika Uni Pratiwi | 09.30 | Tetes Info Dunia Spesial | 0 komentar
Hambatan Arsitektural bagi Pengguna Kursi Roda
Hambatan yang dihadapi oleh para pengguna kursi roda sebagai akibat dari desain
arsitektural saat ini mencakup:
- Perubahan tingkat ketinggian permukaan yang
mendadak seperti pada tangga atau parit.
- Tidak
adanya pertautan landai antara jalan dan trotoar.
- Tidak
cukupnya ruang untuk lutut di bawah meja atau wastapel.
- Tidak cukupnya ruang untuk berbelok, lubang
pintu dan koridor yang terlalu sempit.
- Permukaan jalan yang renjul (misalnya karena
adanya bebatuan) menghambat jalannya kursi roda. - Pintu yang terlalu berat dan
sulit dibuka.
- Tombol-tombol yang terlalu tinggi letaknya.
Masalah-masalah Yang Dihadapi Penyandang
Semi-ambulant Semi-ambulant adalah tunadaksa yang mengalami kesulitan berjalan
tetapi tidak memerlukan kursi roda.
Hambatan arsitektural yang mereka hadapi
antara lain mencakup:
- Tangga yang terlalu tinggi.
- Lantai yang terlalu licin.
- Bergerak cepat melalui pintu putar atau
pintu yang menutup secara otomatis.
- Pintu lift yang menutup terlalu cepat.
- Tangga berjalan tanpa pegangan yang bergerak
terlalu cepat.
Langganan:
Postingan (Atom)

