Diet untuk Anak dengan Autisme



Assalamu’alaikum wr...wb...
Selamat .........................(isi sendiri J)

Oke.. Mari saya tulis kembali beberapa warna dalam hidup saya ini. Saya posisikan diri saya sebagai guru yang masih belajar. Ya.. karena teori-teori yang disampaikan dosen dan dari referensi-referensi buku akan terus berkembang dan selalu begitu siklusnya.
Tahun ini saya mendapat amanah untuk mendidik murid saya yang saya anggap spesial. Salah satu dari siswa saya menyandang autisme. Walaupun ini bukan pertama kali berurusan dengan pendidikan untuk  murid dengan autisme.  
Ada hal-hal yang menggelitik yang selalu saya ingin tanyakan kepada orang tua dari murid dengan autisme.
“Anak ibu diet atau tidak?”
Hah...walaupun “diet” terkesan hanya berhubungan dengan ‘dunia kedokteran’ dan bukan ‘dunia pendidikan’, tetapi entah mengapa saya mempercayai hal itu.
Oke, memang saya belum pernah secara langsung menyaksikan keberhasilannya. Tetapi dari cerita-cerita pengalaman yang saya dapatkan, banyak anak dengan autisme bisa menjadi ‘lebih baik’.
Contohnya ketika sedang mendampingi murid lomba. Ada salah satu anak dari yayasan/sekolah lain berkata, “Dulu aku juga sering mukul-mukul kepala kayak dia (sembari menunjuk salah satu murid saya yang sering tantrum memukul-mukul kepala), tapi sekarang aku nggak lagi. Kalau aku mau mukul kepala, tanganku, aku satuin dan genggam tangan (sembari mencontohkan gerakannya), jadi aku nggak mukul-mukul kepala lagi”.
oo.... anak ini tadinya menyandang autis, dan sekarang terlihat ‘lebih baik’, dapat berkomunikasi dengan cukup baik. Wah...menurut saya, ini adalah salah satu keberhasilan, mungkin keberhasilan dari terapi dan diet..
Saya sangat berharap ini bukan sekedar legenda.

Oke, kembali ke ‘diet’. Jadi bukan cewek-cewek berbadan besar saja yang melaksanakan diet. Anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan autisme juga disarankan (ada yang mengharuskan) untuk diet.
Saya yakin semua orang tua yang dititipi oleh Allah, anak spesial, pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Ya, semoga dengan dengan ‘diet’ ini, anak dengan autisme dapat menjadi lebih baik.
Oke.. diet apa sih yang musti, kudu, dan harus dilaksanakan oleh seseorang dengan autisme?
Info ini saya dapatkan dari facebook seorang dokter yang menspesialisaikan dirinya di bidang autisme. https://www.facebook.com/rudy.sutadikidaba *saya nggak mau promo.. Saya hanya mau share saja, barangkali bermanfaat,, aamiin

Diet 100 % pada anak autistik https://www.facebook.com/notes/dokter-rudy-dan-kidaba/diet-100-pada-anak-autistik/881795405193410

Apa yang dimaksud dengan diet ketat? Anak autistik tidak butuh diet ketat. Mereka butuh diet secara 100 % tidak ada kebocoran walau sesekali, walau hanya sesedikitpun. Lalu apakah kita sudah membersihkan lingkungan kita dengan aneka bahan kimia yang bisa saja menimbulkan reaksi buruk pada anak autistik. Sudahkah kita melakukan semua hal yang bisa kita lakukan pada anak ini , antara lain
SARAN:
 -  Dianjurkan untuk melengkapi pemeriksaan paling tidak:
  • Laboratorium Lokal : Hematologi rutin, fungsi hati (LFT, SGOT, SGPT), fungsi ginjal (ureum darah, kreatinin darah), elektrolit lengkap darah, fungsi tiroid (T3, T4, TSH), IgE total
  • Complete Digestive Stool Analysis
  • Organic acid test
  • Urine peptides
  • IgG Food Allergy Test
  • Hair Analysis
  • EEG, BERA, CT Scan/MRI
-          Lakukan pemeriksaan rutin 3-6 bulan sekali jika menjalankan BIT:
  • Laboratorium Lokal : Hematologi rutin, fungsi hati (LFT, SGOT, SGPT), fungsi ginjal (ureum darah, kreatinin darah)
-          Bersihkan lingkungan, makanan/minuman, dan lain-lain untuk menghilangkan/ menghindari/meminimalisir paparan baru/lebih lanjut
-          Lakukan CFGFSF diet (casein-free, gluten-free, sugar-free diet)  dengan benar-benar ketat (100%  bebas), dan jangan mengkonsumsi soya/kedelai dan jagung
-          Jangan mengkomsumsi buah dan sayur yang kadar fenolnya tinggi, yaitu tomat, apel, kacang tanah, anggur merah, coklat, jeruk, pisang,  apricots, berries, cherries, nanas, lada, mint, peach, adas, zaitun, mangga, semangka, brokoli, bayam, pear, kentang, wortel
-          Jangan mengkonsumsi bahan pewarna, pengawet, perasa, penyedap masakan/makanan
-          Jangan menggunakan obat yang mengandung parasetamol, asetosal/salisilat, dan pseudoephedrin
-          Jangan memasak dengan panci atau bahan alumunium lainnya, gunakan bahan gelas
-          Jangan menggunakan alat makan dari plastik atau melamine, gunakan bahan gelas/keramik/(stainless-steel)
-          Jangan ada yang merokok di rumah, gunakan penyaring udara (lebih baik lagi jika AC yang ada penyaringnya)
-          Jangan gunakan bahan-bahan toksik/kimia di lingkungan rumah, ump. insektisid, bakterisid, berbagai spray/aerosol (deodorant, hair-spray, minyak wangi, dll), pelembut dan pewangi pakaian, dsb.
-          Jangan berenang
-          Gunakan penyaring air dan penyaring/ pembersih udara
-          Sebaiknya gunakan bahan makanan organic
-          Lakukan R&E diet (Rotation and Elimination diet) dengan bantuan BALSH rating chart
-          Lakukan terapi dengan metode ABA (Applied Behavior Analysis), yang dilakukan secara intensif yaitu minimal 40 jam/per minggu, bahkan during all waking hours (selama waktu anak terjaga), dan optimal (berkualitas)
-          Konsultasi dengan Ahli Gizi untuk mengatur asupan gizi seimbang dan yang jumlah hariannya sesuai dengan kebutuhan namun menggunakan bahan-bahan makanan yang diperkenankan
-          Cleaning up the gut, healing the gut,  antibiotik, obat anti-jamur, dan perbaiki flora usus
-          Vitamin, mineral
-          Enzym pencernaan
-          Pertimbangkan pemberian IVIG/IVGG (Intravenous Immunoglobulin-G / Gammaglobulin)
-          Pertimbangkan HBOT (Hyper Baric Oxygen Therapy)
-          Pertimbangkan stem-cell therapy
-          Jika sakit sehingga mendapat antibiotik, maka berikan Nystatin dosis terapetik dan ekstra probiotik
-          Konsultasikan / diskusikan saran BIT ini dengan dokter keluarga anda
 
Oke.. mengenai menu-menu untuk diet,,

SUMBER PROTEIN HEWANI

Jika setelah dilakukan pemeriksaan Alergi, anak alergi terhadap bahan-bahan berikut ini, maka segera eliminasi. Untuk yang belum melakukan pemeriksaan Lab, maka lakukan rotasi dan eliminasi
Beberapa sumber protein hewani yang bisa dicobakan pada anak autistik, ingat dengan rotasi dan eliminasi > 

1. Ayam kampung/organik                     2. Bebek                            3. Burung
4. Daging kambing                                5. Daging sapi                    6. Belut
7. Ikan Mas hitam                                8. Ikan lele                        9. Ikan Nila
10. Ikan gurame                                   11. Ikan mujair


BUAH

( tomat, apel, kacang tanah, anggur merah, coklat, jeruk, pisang, apricots, berries, cherries, nanas, lada, mint, peach, adas, zaitun, mangga, semangka,  pear, melon TIDAK BOLEH YA !!!!)
Buah yang bisa dicobakan kepada anak autistik (rendah fenol), dengan melakukan ROTASI dan ELIMINASI

1. Pepaya                                              2. Sirsak                             3. Leci
4. Rambutan                                         5. Salak                               6. Bengkoang
7. Buah naga merah                               8. Anggur hijau                     9. Buah naga putih
10. Cerme                                            11. Buah menteng                    12. Sawo
13. Kedondong                                      14. Alpukat                           15. Jambu air
16. Jambu biji                                      17. Jambu bol                       18. Manggis
19. Markisa                                          20. Kesemek                         21. Blewah
22. Timun suri                                      23. Lengkeng


Jika tidak ada dalam list diatas , maka lakukan rotasi dan eliminasi diet. Jika anak alergi setelah dilakukan pemeriksaan Lab segera eliminasi/hentikan
SAYUR
 (WORTEL, BROKOLI, KENTANG, KEDELAI, BAYAM TIDAK BOLEH YA)

Data kembali sayur yang bisa dicobakan kepada anak autistik (rendah fenol), dengan melakukan ROTASI dan ELIMINASI

1. Sawi hijau                                       2. Sawi putih                       3. Pok coi
4. Buncis                                            5. Kacang panjang                 6. Katuk
7. Labu hijau                                      8. Daun kelor                       9. Tauge kacang hijau
10. Daun mangkokan                           11. Daun singkong              12. Daun kacang panjang
13. Daun gingseng                               14. Kecombrang                    15. Daun pakis
16. Daun kemangi                                17. Oyong                            18 Daun pepaya
19. Bunga pepaya                                20. Kailan                            21. Kenikir
22. Daun ketumbar                             23. Timun


Jika tidak ada dalam list ini , maka lakukan ROTASI dan eliminasi
 
Diet umumnya dilakukan karena ada suatu penyakit di dalam tubuh kita yang jika tidak dijalankan bisa berpengaruh buruk pada organ lainnya.Begitu juga pada AUTSIME, karena berbagai kerusakan di dalam tubuh anak-anak ini antara lain pencernaan, otak dll, maka diet dibutuhkan untuk mempercepat penyembuhan.

Diet utama pada anak autistik adalah SUSU dan semua produk turunannya, terigu dan semua produk turunannya, gula dan segala produknya, termasuk madu dan kurma. Kedelai/soya, jagung, buah dan sayur yang mengandung fenol tinggi. Bahan pewarna, pengawet, perasa, dan penyedap makanan dll bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan yang tujuannya agar makanan terasa lebih gurih, lebih enak, lebih menarik dlsb. Pada penyandang AUTISME diet ini HARUS dilakukan secara 100 %, tidak boleh ada kebocoran walau sesekali.

Karena efek bocor pada susu akan berlangsung selama 4-6 minggu, terigu 6-8 minggu. Bayangkan jika anak autistik kita bocor diet 1 kali saja dalam 1 minggu maka sepanjang tahun bisa kita katakan mereka TIDAK DIET. Karena ada efek setiap minggunya ditambah lagi efek komulatif di tiap minggunya.

Bahkan remahan-remahan roti/kue/gula dll cukup untuk MEPORAK-PORANDAKAN diet yang sudah dengan sangat hati-hati kita jalankan. Efeknya terjadi kemunduran/regresi pada anak, misalnya anak yang tadinya sudah menguasai suatu aktivitas/program, lalu kemampuannya mulai hilang. Jika hal ini terus menerus terjadi, maka berbagai kemampuan yang sudah dimiliki oleh anak bisa menghilang satu persatu. Saat memulai diet kembali dibutuhkan periode wash out, yaitu membersihkan racun-racun yang selama ini mulai masuk ke tubuh anak baik sengaja dibocorkan, maupun yang tidak kita ketahui.

Untuk itulah kunci keberhasilan diet adalah semua orang di rumah dan lingkungan tempat anak berada "IKUT DIET", yaitu tidak makan dan minum yang tidak boleh dikonsumsi oleh anak di dekat anak, baik oleh orangtua, adik-kakak, tante, om, kakek, nenek, teteh dlsb. Jika ada pengganggu dalam program ini maka layaklah DISINGKIRKAN dari lingkungan kita. Jika anda-anda tidak bisa membantu, maka jangan menjadi PENGACAU dari program ini.

Untuk SEMBUH butuh berjuang dan berkorban. Jika berjuang dan berkorban untuk anak-anak autistik karena Alloh, maka Insya Alloh jalan-jalan menuju kesembuhan itu lapang terbentang. Mari sama-sama kita koreksi berbagai hal yang mungkin bisa menjadi pintu masuk bagi kebocoran diet pada anak-anak.

*****(huufft...musti hati-hati dalam memilih kata)
Kadang suka dongkol *maaf.. kalau lihat orang tua yang sebenarnya tahu, jika anak dengan autisme harus diet, tetapi orangtua menyerah..dengan bilang.. “ah ribet bu..udahlah gak usah diet-dietan” ... “ah.. anaknya udah bisa milih mana yang enak mana yang nggak bu..”.. dan masih banyak alasan-alasan lain. Kadang gregetan dengarnya.. ayolah pak/bu,, jangan menyerah..!! ini demi anak bapak dan ibu..
Saya tahu, tidak mudah menjalani peran sebagai orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.. tetapi, ayo..berusaha lebih keras lagi, apapun harus dilakukan untuk hal yang terbaik bagi anak. Semangaat.... J

Semoga hal ini dapat bermanfaat..
Ayo.. coba DIET 100%.. 

*mohon maaf jika ada kesalahan penulisan

Ayo.. Jadi Masyarakat Inklusi

Assalamu'alaikum...
Yang punya blog balik lagi...nengokin aja...hhheee
Masih ingat kan, kalau yang mpunya blog ini ceritanya adalah guru PLB... Hheeee Sekarang saya mengajar di SBK Rumah Melati, Bekasi.. Kenapa pakai "BEKASI"?? Biar Kota Bekasi tambah eksis akan hal-hal yang positif-positif... Contohnya.... dengan munculnya SBK Rumah Melati sebagai salah satu sekolah yang dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk wilayah be-ka-si..
Ok balik lagi... Kegiatan sekolah hari ini salah satunya 'fieldtrip'. Tujuan kali ini bukan ke kebun / ladang (field)..tapi, ke kantor pos.. Hayooo..ngapain kalau ke kantor pos? Ya..mengirim surat... *emang sih kedengarannya agak aneh.. “hari gini ngirim surat? Kan udah adanya HP, Internet, sosmed-sosmed, dan sarana komunikasi modern lainnya”.. Tapi, tak apa-apa lah... TAK ADA KATA RUGI DI DALAM KAMUS BELAJAR... Mungkin saja kegiatan hari ini dapat bermanfaat untuk mereka kelak (aamiin) ...
Ya... mereka murid-murid berkebutuhan khusus kami... :) Mengirim surat... Jangan bayangkan surat yang isinya panjang kali lebar kali tinggi... Anggap saja ini surat pribadi yang isinya tak berformat, tapi yang dinilai adalah isinya... :) Lah?? Memang isinya bagaimana? Dengan tulisan yang singkat dan to the point.. Bahwa mereka sedang belajar mengirim surat, dan ucapan terima kasih/sayang/cinta kepada keluarga, khususnya i-bu...
Oke lanjut ceritanya. Berangkatlah rombongan siswa-siswi kelas 2, 3, dan 4 dengan berjalan kaki ke Kantor Pos. Singkat cerita, tibalah kami di tujuan. Suasana Kantor Pos yang cukup penuh karena sudah kedatangan pengguna jasanya. Kami pun duduk untuk mengantri dipanggil oleh petugas. Naaahh.. saat itu, salah satu siswa dengan autism sedang tantrum. Ia berteriak-teriak (saat diusut, ternyata ia ‘takut’ dengan suara mesin di sebelah Kantor Pos). Berteriak-teriak, melompat-lompat, menendang-nendang, menarik-narik baju dan tingkah polah lain yang  katanya “gak bisa diem”. Siswa itu juga menarik baju orang lain yang datang ke Kantor Pos. Orang-orang yang dari awal mengetahui kedatangan kami bersama anak berkebutuhan khusus, tampaknya “biasa saja” dan terlihat “menerima” kedatangan kami. Tetapi, ada satu ibu yang bearu saja datang. Bajunya ditarik-tarik oleh siswa yang sedang tantrum tadi. Dan ibu tersebut terlihat ‘tidak terima’, hal ini terlihat dari raut mukanya. Ia juga terheran-heran melihat siswa kami. “Kenapa mbak? Suruh pulang aja mbak”, sambil mukanya ‘gimana gitu’ *you know lah. Ibu itu masih ‘tak terima’ dengan adanya anak dengan autisme di dekatnya. Bahkan saat di dalam ruangan, masih saja terlihat ‘ketidakterimaan’ itu.
Di dalam hati, ‘geregetan’.. pingin ngomong, “bu, biasa aja kali lihatnya”. “Ngerti dikit napah”

Ini hanya salah satu contoh kasus bahwa masih banyak ada masyarakat yang belum mengetahui apa itu autism. Bagaimana menyikapinya. 
Stop! Jangan gunakan kata “autis” sebagai bahan bercandaan.
Coba sekali-kali letakkan perspektif kita di keluarga yang memiliki anggota yang menyandang autism, coba letakkan perspektif kita sebagai orang tua dari anak dengan autism. Bagaimana mereka berusaha keras untuk terlihat “normal”. Bagaimana mereka berusaha keras agar ‘dapat diterima’ di masyarakat..
Ayo.. Jadilah masyarakat yang pintar. Jadi masyarakat yang inklusi, jadi masyarakat yang toleran. Semoga.. Aamiin     

Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Bekasi Kurang Banyak!!!



Assalamu’alaikum…wr...wb...
Yang punya Blog kembali lagi, nengok-nengok ada apa di pelataran Blog ini..hhhee

Mengobrol selepas mengajar adalah salah satu kebiasaan saya dan Dinda, teman kuliah yang sekarang menjadi partner kerja. Pendidikan Luar Biasa, Dunia yang kami pilih dan dipilihkan olehNya untuk kita. Setelah lulus kuliah, kami tetaplah di ‘dunia ini’. Kami mengajar di salah satu sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Bekasi Utara (Bekasi kan langi nge-trend). Kami berbincang-bincang di kelas mungil saya yang super dingin (tidak seperti di luar sana yang super duper panas). Ya, kami sering mengobrol jika sudah selesai mengajar. Banyak hal yang kami perbincangkan.
Siang tadi yang kami perbincangkan mengenai masih termarjinalkannya anak berkebutuhan khusus, salah satunya dalam hal pendidikan. “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan” bunyi pasal 31 ayat 1 UUD 1945. Setiap warga negara artinya, anak berkebutuhan khusus termasuk di dalamnya.
Membicarakan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya di mana anak berkebutuhan khusus sekolah??? Di SLB atau Sekolah Inklusi?? Menurut saya (maaf jika salah), anak berkebutuhan khusus bisa disekolahkan di SLB ataupun di Sekolah Inklusi, hal ini didasarkan pada kemampuan anak tersebut. Mengapa? Jika dilihat di lapangan, Sekolah-sekolah Inklusi yang bermunculan pada saat ini, anak-anak berkebutuhan khusus dituntut untuk bisa mengikuti ‘anak pada umumnya’ (salah satunya kurikulum). Jika anak berkebutuhan khusus dianggap mampu untuk mengikutinya, tak mengapa untuk di sekolahkan di sekolah inklusi.
Tetapi, apabila anak berkebutuhan khusus malah ‘tidak bisa mengikuti atau tertinggal jauuuuh’, bahkan sampai mengakibatkan ‘anak stress’ bersekolah di sekolah umum, kenapa harus dipertahankan di sekolah tersebut? Untuk anak-anak yang dianggap tidak dapat mengikuti materi pelajaran di sekolah umum, anak-anak berkebutuhan khusus dapat di sekolahkan di SLB/SBK.    
Pemerintah ‘katanya’ mencanangkan sekolah-sekolah umum untuk menerima anka berkebutuhan khusus (kalau tidak salah dalam satu kelas mungkin hanya 2 anak berkebutuhan khusus). Padahal, ada berapa banyak sih prevalensi anak berkebutuhan khusus itu? Menurut http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/17/mq2zvp-jumlah-anak-berkebutuhan-khusus-di-indonesia-tinggi Jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia ternyata cukup besar. Diperkirakan ada kurang lebih 4,2 juta ABK di Indonesia jika menggunakan asumsi PBB yang menyatakan bahwa paling sedikit 10 persen anak usia sekolah (5-14 tahun) menyandang kebutuhan khusus.
Nah, banyak juga ya..
Nah, anak berkebutuhan khusus yang sekolah berapa ya? Menurut http://www.antaranews.com/berita/395235/184-ribu-anak-berkebutuhan-khusus-belum-nikmati-pendidikan Sekitar 184.000 anak berkebutuhan khusus di Indonesia belum menikmati indahnya pendidikan layaknya anak dengan kondisi mental dan fisik normal.
Nah…ini dia, walaupun dua berita di atas muncul sekitar setahun yang lalu, tetapi kemungkinan datanya tidak terlalu jauh dengan data yang ada sekarang.
Oke, sekarang kita ngomongin SLB di Bekasi (kan saya orang Bekasi.. :D). Sebenarnya di Bekasi ada berapa SLB Negeri sih? (ini pertanyaan Dinda tadi siang). Yang saya tahu sih cuma dua, yaitu SLBN Bekasi Jaya dan SLB Negeri Kab. Bekasi. Itu saja yang saya tahu. Bekasi kan luas banget.. masa SLB yang negeri Cuma ada dua?? (kenapa SLB Negeri? -à yang ‘pemerintah’, yang ‘murah’). Kan kalau SLB yang swasta bayarnya mahal, sedangkan tidak semua orang tua ABK berada di perekonomian menengah ke atas. Bagaimana dengan yang perekonomiannya menengah ke bawah? Belum lagi untuk ABK yang memerlukan terapi-terapi tertentu, tambah lagi biayanya, yang pasti terapi itu ndak murah (biasanya sih muahal).
Ayolah.. para “yang katanya ‘Wakil Rakyat’”.. kemana dana yang katanya digelontorkan untuk ABK? Menurut http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/321  , satu sekolah minimal mendapat Rp40 juta per tahunnya. Kemana dana 20% dari APBN? Ga cukup ya buat bikin sekolah SLB??
Kalau katanya Dinda, ABKnya aja udah sulit, nyari sekolahnya (yang murah) juga sulit..
Kepada petinggi jurusan Pendidikan Luar Biasa, bisakah bapak dan ibu dosen untuk membantu para ABK untuk mendapatkan pendidikan yang baik, berkualitas, serta terjangkau jarak dan biaya???? Banyak yang masih harus kita perjuangkan pak, bu!!
Salam

2 APRIL : Hari Autis Sedunia

2 April diperingati sebagai Hari Autis Sedunia sesuai dengan Resolusi PBB No. 62/139

Autis sendiri adalah sebuah gangguan perkembangan kompleks, gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak anak sehingga membuatnya tidak mampu berkomunikasi maupun berinteraksi dengan sekitarnya secara efektif, dengan gejala yang terlihat pada usia tiga tahun. Gejala yang mudah dilihat adalah sikap yang cenderung tidak mempedulikan sekitarnya dan serta seakan hidup dalam dunianya sendiri.
Sejauh ini memang belum ditemukan cara atau obat untuk menyembuhkan autis, tetapi terdapat terapi yang dapat membantu penderita autis.
Peringatan Hari Autis Sedunia 2013 bertemakan "Light it Up Blue" yang diramaikan dengan memakai baju berwarna biru atau menyalakan benda-benda lain yang berwarna biru. Menurut autismspeaks.org, warna biru dipilih karena mewakili anak laki-laki yang paling banyak didiagnosa menderita autis. Gangguan autisme mayoritas muncul 5 kali lipat lebih banyak pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Perhitungannya adalah, autisme muncul pada 1 dari 88 anak, dan 1 dari 54 yang diantaranya adalah anak laki-laki. 
Untuk memperingati Hari Autis Sedunia ini ada baiknya kita untuk berempati dan memperlakukan mereka seperti selayaknya.
Stop using word 'Autism' in daily jokes!

Sumber: http://www.cosmopolitanfm.com/news-and-entertainment/latest-news/1716-light-it-up-blue-di-hari-autis-sedunia-2013#.UzDm6s7In24


# Kalau tahun ini apa ya tema dari peringatan hari autis sedunia??

Belajar



Ya namanya juga belajar
Bukan hal mudah untuk mencapai tangga teratas
Mungkin kita akan tersandung, terpeleset atau bahkan terjatuh
Ya namanya juga belajar
Bukan perkara kecil untuk mendapatkan ikan besar nan elok
Mungkin kita akan terluka, tercebur, atau bahkan tenggelam
Ya namanya juga belajar
Belajar dari kecewa untuk menjadi ikhlas
Belajar dari ikhlas untuk menjadi damai
Orang bijak bilang kegagalan adalah awal keberhasilan
Aku bilang ini bukan kegagalan
Ini hanyalah arus kuat yang membuat ikan salmon akan berenang terus melawannya
Ini hanyalah angin topan yang membuat burung elang akan terbang tinggi tak terkalahkan
Mungkin aku kecewa
Dengan harapan-harapan yang kususun sendiri
Bocah pemimpi bermimpi dan bermimpi
Tapi jangan lupa untuk bangun dan mewujudkannya

Mengisi September



Menginjakkan kaki di SD khusus Pantara pada tanggal 22 Agustus 2013. Kelompok PKM kesulitan belajar yang terdiri dari saya, Elia, Rohmah, dan Widyadara. Sebenarnya sih kita berlima sama Ifa, tetapi karena jumlah suatu hal, jadi dia tidak bisa mengikuti PKM. Oiya, PKM itu dulunya namanya PPL. Karena ada istilah PPL juga di PPG (Program Profesi Guru), maka berubahlah namanya, mekanismenya juga sedikit berubah. Yang awalnya PPL 4 sks, PKM jadi 2 sks (tapi di siakad masih 4 sks tertulisnya). PPL yang tadinya system blok (kalau PPL gak bisa kuliah matakuliah lain), sekarang sistemnya non blok. Trus, karena 2 sks tadi, perkuliahannya seharusnya cuma 16 pertemuan. OK udah sekilas tentang PKM. Balik lagi ke cerita awal.
Nah hari itu kita berempat ke sekolah tersebut bersama Ibu Indina yang notabene adalah dosen pamong kelompok kami. Kita ketemu langsung di sekolahnya, gak nebeng kita, walaupun sama-sama orang Bekasi. Beliau mengantarkan kami sekaligus menjelaskan perubahan system yang tadinya PPL menjadi PKM. Kita tidak bisa bertemu dengan kepala sekolahnya (Ibu Fajri) karena beliau berhalangan hadir. Kami bertemu dengan Ibu Desi . Ok pembicaraan berlangsung selama satu jam.
Hari kedua (tanggal 28 Agustus 2013) kelompok kita dipanggil kembali untuk mendapat penjelasan mengenai teknis dari PKM kita nanti. Datanglah kita ke sana (janjian dengan kepsek jam 10). Kami bertemu dengan Ibu Fajri dan Bapak Santoso untuk dijelaskanlah............................................................................

Powered By Blogger