"Do What Do You Love" and "Love What Do You Do"
Mantra dong?
"Lakukan Apa yang Kamu Cintai"
Hal ternikmat ketika kamu dapat melakukan apa saja yang memang kamu senangi, mengerjakan apa yang memang diminati.
Beruntung sekali orang-orang yang dapat merasakannya. Kenapa beruntung? Karena tak semua orang dapat merasakan hal tersebut. Tidak semua hal yang kamu inginkan akan berada di genggamanmu. Dulu aku menginginkan kuliah di jurusan yang berhubungan dengan seni, khususnya desain grafis. Menyenangi seni memang sudah dari kecil. Konon banyak karyaku di tembok-tembok rumah. Tapi aku sendiri tak dapat melihatnya lagi, karena saat aku kecil, orangtuaku adalah kontraktor alias tukang ngontrak. Berbekal keinginan dan yang ku sebut minat (baca: bakat) aku ingin memperdalam dunia seni rupa. Mewujudkan apa yang kita inginkan adalah hal wajib.
Lalu, jika memang apa yang kita inginkan tadi tidak tercapai bagaimana?
Kembali lagi ke mantra Uni yang kedua, Love What Do You Do. Cintai Apa Yang Kamu Lakukan.
Selalu mencoba untuk bertanggung jawab dengan apa yang sedang dikerjakan. Bukan hal yang mudah memang melakukannya. Begitu pula denganku. Tak mudah untuk bertanggung jawab tetapi hal itu harus dilakukan.
Salah satu meringankan tanggung jawab adalah dengan mencintai. Mencintai apa yang ditanggungkan kepada kita.
Ketika aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan, contohnya ketika tak dapat melanjutkan kuliah di jurusan desain. Jalan takdir membawaku ke jurusan Pendidikan Luar Biasa. Awalnya ada hal-hal aneh yang kurasa. Aku tidak memahami kenapa aku berada di jurusan ini? (#salahnaikbisya?)
Tak boleh ada kata menyerah karena jam kehidupan tetap berdetak. Tidak ingin menyia-nyiakan apa yang sudah ada di depan mata.
Jika kau sudah tercebur ke laut, selamilah laut itu lebih dalam lagi karena di dalam laut itu banyak pengalaman yang indah.
Aku sudah masuk ke jurusan ini, aku harus total menjalaninya walaupun tidak mudah.








